Let`s Yumaju Brick!

Triathlon memiliki banyak tantangan, salah satunya adalah bagaimana seorang atlet triathlon beradaptasi untuk berpindah dari satu disiplin ke disiplin lain, hal ini menjadi sangat krusial jika kita ingin meraih kesuksesan dalam triathlon. Maka untuk meraih kesuksesan tersebut, brick training adalah sesi latihan yang harus dilakukan secara rutin. Brick training adalah latihan yang menggabungkan dua disiplin dari tiga disiplin yang ada dalam triathlon ke dalam satu sesi latihan.

Mungkin banyak yang berpikiran, mengapa dinamakan brick training? Ada beberapa versi yang menjelaskan asal-usulnya. Ada versi yang menjelaskan bahwa dinamakan brick training karena kaki kita akan terasa seperti batu bata ketika berlari karena telah melakukan bersepeda sebelumnya. Ada versi juga yang menjelaskan bahwa dinamakan brick training karena latihan ini termasuk latihan yang melelahkan dan keras seperti batu bata.

Walaupun banyak versi asal-usul, yang paling penting adalah semua atlet triathlon yang menjalankan brick training dapat merasakan esensinya. Esensi brick training adalah membiasakan badan seorang atlet triathlon untuk berganti dari satu disiplin olahraga ke disiplin olahraga yang lain dalam waktu yang singkat. Apabila seorang atlet triathlon tidak dilatih berganti disiplin dalam waktu yang singkat, maka dapat dipastikan atlet tersebut akan mengalami kelelahan dan kehilangan fokus dalam menjalani perlombaan karena badannya yang sulit beradaptasi dengan melakukan olahraga baru.

Urutan untuk melakukan brick training bisa kita variasikan, baik itu latihan renang dan sepeda, sepeda dan lari, renang dan lari, dan variasi-variasi lainnya. Variasi yang paling umum digunakan adalah latihan sepeda dan lari karena variasi ini lebih cenderung mudah untuk dilakukan dibanding melakukan latihan yang melibatkan renang yang biasanya dilakukan di kolam renang sehingga sedikit memperlambat kita ketika ingin berpindah disiplin dengan cepat.

Jika Anda termasuk pemula dan ingin mencoba brick training, berikut adalah sampel brick training dengan variasi sepeda dan lari yang dapat Anda coba:
Bersepeda dengan durasi 1 jam dilanjutkan Lari dengan durasi 20-30 menit

Yang perlu diingat adalah ketika melakukan transisi dari sepeda ke lari. Setelah selesai bersepeda, segeralah ganti sepatu dan peralatan yang lain. Ketika sudah siap, langsunglah berlari sampai target latihan yang direncanakan tercapai. Transisi tersebut harus dilakukan dengan cepat supaya Anda terbiasa dengan berganti disiplin dalam waktu yang singkat. Jangan kaget jika anda merasakan kaki Anda terasa kaku ketika berlari, semakin sering melakukan brick training maka perasaan kaku di kaki juga akan tidak terasa karena sudah semakin terbiasa.

Brick training cukup dilakukan sekali dalam seminggu, jika sudah terbiasa dengan intensitas yang dijalani, maka dapat ditingkatkan dari segi jarak ataupun waktu, selamat mencoba triathletes!

sumber : https://triathlonology.blogspot.com

1 thought on “Let`s Yumaju Brick!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *